1. Di Puncak Suroloyo, Kulon Progo, surya turun dan naik — dengan halimun di udara dan siluet Merapi-Merbabu di ufuk sana.

Sunrise di Puncak Suroloyo via solehudin91.blogspot.com
Puncak Suroloyo yang terletak di Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, ini bisa kamu capai dengan menempuh kurang dari satu jam dari kota Yogyakarta. Dari gardu pandang tertinggi di 1.019 mdpl, kamu bisa memandang empat gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro serta Candi Borobudur yang kadang tertutup kabut dari kejauhan.
2. Saksikan terbitnya mentari di Candi Borobudur sebelum pagi. Sinarnya muncul dengan perlahan, mengawali hari dengan tenang.

Sunrise di Candi Borobudur. via www.telusurindonesia.com
3. Tak jauh dari situ, Punthuk Setumbu juga menghadirkan sunrise yang tak kalah magisnya.

Sunrise di Punthuk Setumbu via ciricara.com
4. Meski sering terselip di belakang kepala dan terlupakan, sunrise di Embung Tambakboyo, Sleman, juga menakjubkan.

Sunrise Embung Tambakboyo via twitter.com
5. Jangan lupakan Candi Plaosan. Dewa-dewa yang terpahat di dindingnya akan menemanimu menyaksikan menghilangnya surya.

Sunrise Candi Plaosan via andikaawan.blogspot.com
Candi Plaosan berada tak jauh dari Candi Prambanan tepatnya di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Untuk mencapai candi ini, kamu tinggal menempuh sekitar 1 km ke arah utara Candi Prambanan.
6. Meski terkenal ‘galak’, Merapi adalah salah satu spot sunrise terbaik di Yogyakarta.

Sunrise di Puncak Merapi via satriadiisenja.blogspot.com
7. Dari Bukit Parang Endog, menyaksikan matahari terbenam akan terasa bak menonton layar lebar yang disutradarai oleh Tuhan

Pemandangan senja dari Bukit Parang Endog via diasporaiqbal.blogspot.com
8. Matahari terbenam di Kalibiru adalah pemandangan suci. Jangan tinggalkan Jogja tanpa pernah mengunjungi desa ini.

Senja di Kalibiru via twitter.com
Dari kejauhan, tampaklah waduk Sermo yang dikelilingi perbukitan. Tunggulah sampai senja tiba, bukit-bukit di sekitar Waduk Sermo akan membentuk bayangan pemandangan menakjubkan.
9. Candi Ratu Boko, bingkai senja yang istimewa di sisi timur Jogja.

Sunset di Candi Ratu Boko via fotografi.lfm-itb.com
10. Sunset yang menawan juga bisa kamu nikmati dari atas bukit teletubbies Candi Abang, Berbah.

Sunset dari Candi Abang via galautraveler.wordpress.com
Candi yang terletak di Dusun Candiabang, Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, ini posisinya cukup tinggi. Makanya, kamu bisa leluasa menikmati senja yang nampak di kejauhan, apalagi kalau ditemani pacar terkasih.
11. Senja di pantai-pantai Gunung Kidul selalu luar biasa. Salah satu yang terbaik ada di Pantai Pok Tunggal ini.

Senja di Pok Tunggal. via heryfosil.blogspot.com
12. Senja yang mengagumkan di Gunung Kidul tak cuma ada di pantai. Buktikan dengan menghampiri Embung Nglanggeran di sore hari.

Senja di Embung Nglanggeran via twitter.com
13. Sunset di Bukit Bintang juga gak kalah romantis. Apalagi, ditemani secangkir kopi dan kekasih manis.

Sunset di Bukit Bintang via www.facebook.com
Ternyata, sunset di Bukit Bintang juga istimewa, lho. Kamu bisa menyaksikan perlahan-lahan cahaya mentari memudar dan digantikan oleh pendar lampu kota. Romantis deh pokoknya!
14. Sedang di Sindu Kusuma, surya pamit padamu dari atas putaran bianglala.

Ferris wheel Sindu Kusuma Edupark berlatar senja via twitter.com
SKE menawarkan taman hiburan yang asyik dikunjungi bareng keluarga, meski saat ini belum seluruh wahananya beroperasi. Untuk melihat senja di cakrawala, kamu bisa menaiki bianglala dengan harga Rp20.000 per orangnya. Saksikan senja yang temaram perlahan menghilang dari puncak wahana ini.
Nah, itu dia sejumlah tempat yang sempurna untuk menikmati sunrise dan sunset di Yogyakarta. Apakah kamu punya tempat rahasia yang bisa direkomendasikan ke pembaca?
15. Sunset Dan Sunrise Di Sukmojoyo.
Bagi para penggemar sunrise ataupun sunset, memburunya adalah hal yang sangat menyenangkan. Dapat melihat matahari terbit atau tenggelam di tempat yang baru adalah suatu tantangan bagi para pemburu senja sekaligus matahari terbit. Orang-orang ini pasti akan rela meluangkan waktu serta berpergian jauh demi melihat keindahan fenomena alam tersebut. Adalah kepuasan tersendiri bila dapat melihat semburat fajar atau pun lembayung senja di tempat yang istimewa.
Di Borobudur, Jawa Tengah terdapat banyak sekali obyek wisata. Yang paling terkenal adalah Taman Wisata Candi Borobudur. Namun, siapa sangka bahwa Borobudur menyimpan banyak tempat wisata alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah Punthuk Sukmojoyo yang terletak di sebelah barat daya Borobudur, tepatnya di Desa Giritengah.
Arti kata punthuk itu sendiri adalah tanah yang 'mawur', tidak padat dan tidak pula mudah terurai seperti halnya pasir. Dimana di sekelilingnya gundul, alias tidak ditumbuhi oleh rumput atau pohon. Maka demikian halnya Punthuk Sukmojoyo yang kering dan hanya ditumbuhi tanaman seadanya. Namun jangan salah, meski demikian Punthuk Sukmojoyo ini memiliki aset keindahan yang mampu membuat setiap mata takjub. Berada di Kabupaten Magelang yang dikelilingi oleh sejumlah gunung membuat Punthuk Sukmojoyo yang terletak di Desa Giritengah ini memiliki potensi wisata yang sangat besar. Dengan nuansa kealamian punthuk, meskipun gersang, namun tak menghilangkan daya tarik para wisatawan.
Seperti di Punthuk Mongkrong, di atas puncak Punthuk Sukmojoyo pun telah disediakan tempat duduk dan rumah pohon yang terbuat dari bambu. Oleh warga sekitar Borobudur rumah pohon itu dijuluki omah pring yang dalam Bahasa Jawa berarti rumah bambu. Rumah bambu yang unik inilah yang mengundang ketertarikan para wisatawan, sebab rumah bambu ini sangat unik dan letaknya sangat strategis yaitu di tepi puncak punthuk. Tak heran bila rumah bambu tersebut menjadi spot yang bagus untuk mengambil gambar. Rumah bambu tersebut adalah hasil kreatifitas warga Desa Giritengah. Selain rumah bambu, kini pun telah disediakan semacam jembatan yang menjorok ke jurang punthuk, yang tentu saja sangat strategis untuk berfoto di sana.
Di puncak Punthuk Sukmojoyo terdapat sebuah makam, sebab dahulunya sebelum dijadikan tempat wisata Punthuk Sukmojoyo ini sering dijadikan tempat untuk berziarah.
Ada baiknya mengendarai kendaraan roda dua bila ingin berkunjung ke Punthuk Sukmojoyo, sebab akses jalan belum cukup memadahi untuk kendaraan roda empat. Meski demikian, jalan menuju pos pendakian punthuk sudah cukup bagus, jalanan sudah beraspal yang diteruskan dengan jalanan desa bercor. Hanya saja, medan jalannya cukup menantang, penuh tanjakan dan bertepi jurang. Maka hendaklah menggunakan kendaraan yang kondisinya baik.
Menuju ke Punthuk Sukmojoyo dapat ditempuh dengan mengambil jalur sebelah selatan dari Candi Borobudur yaitu dengan menyusuri Jalan Badrawati, lurus terus menyusuri jalan yang menuju ke Amanjiwo Hotel sampai menemukan perempatan Seganan (Desa Tuksongo) lalu belok ke kanan. Kemudian lurus sampai menemui Balai Desa Karanganyar, lalu ada perempatan kemudian belok kiri lurus sampai menemui Balai Desa Giritengah, belok kanan. Kemudian lurus naik menyusuri jalan beraspal yang mulai menanjak dan menyempit hingga sampai ke gang kecil dengan jalan bercor. Lurus terus sampai menemui pos parkir Wisata Alam Punthuk Sukmojoyo. Setelah memarkir, perjalanan segera dilanjutkan dengan pendakian menuju puncak punthuk.
![]() |
| Peta petunjuk jalan menuju Desa Giritengah |
Pendakian
menuju puncak punthuk dilakukan dengan berjalan kaki. Jarak yang harus
ditempuh cukup jauh dengan medan yang menanjak, sehingga ada baiknya
membawa bekal air minum. Namun tenang saja, bila enggan membawa bekal
yang memberatkan perjalanan, di sepanjang perjalanan menuju puncak
punthuk banyak warga sekitar yang berjualan aneka makanan dan minuman.
Karena fasilitas penerangan belum cukup mumpuni, hendaknya membawa alat
penerangan (senter) sendiri.
Biasanya, saat weekend, pengunjung akan membeludak. Terutama pada saat menjelang sunrise dan sunset. Maka, rencanakanlah waktu sebaik mungkin untuk mengunjungi Punthuk Sukmojoyo. Sebab, mengingat daerah puncak punthuk yang tidak terlalu luas, demi keamanan mungkin lebih baik berkunjung ke sana pada saat sepi. Dan demi kenyamanan bersama budayakan senantiasa bersih lingkungan dan tertib peraturan tempat wisata.
Biasanya, saat weekend, pengunjung akan membeludak. Terutama pada saat menjelang sunrise dan sunset. Maka, rencanakanlah waktu sebaik mungkin untuk mengunjungi Punthuk Sukmojoyo. Sebab, mengingat daerah puncak punthuk yang tidak terlalu luas, demi keamanan mungkin lebih baik berkunjung ke sana pada saat sepi. Dan demi kenyamanan bersama budayakan senantiasa bersih lingkungan dan tertib peraturan tempat wisata.



0 comments:
Post a Comment